Selasa, Oktober 26

Aku Bukan Indonesia

Aku berbangsa,

berbangsa Indonesia...

aku hidup,

di Negara Indonesia...

aku tercipta,

dari tanah indonesia...

didalam darahku,

mengalir deras semangad

didalam jiwaku,

Berkobar Api perjuangan

didalam hatiku,

tertanam rasa kebersamaan

tapi....

aku bukan Indonesia...

aku, adalah aku,

Seorang yang terlahir di Dunia

terlahir di indonesia

terlahir di tanah air tercinta...

aku bukanlah Indonesia,

tapi aku adalah pemuda,

yang akan mengubah Indonesia!

dengan tangan ini,

dengan raga ini,

dan dengan jiwa ini,

takkan berhenti aliran semangatku,

takkan padam api perjuanganku,

takkan rubuh jiwa kebersamaanku,

aku...

bukan indonesia...

karena aku...

adalah pemuda Indonesia...

dan aku,

tak akan tinggal diam,

demi Indonesiaku

Kamis, Oktober 7

Wise Words Ku

- yang membuat orang merasa takut adalah rasa takut yang ada dalam diri mereka sendiri. akan tetapi, seseorang yang berani tidak disebabkan karena rasa berani yang ia miliki. melainkan ia bisa merubah rasa takut yang ada pada dirimnya menjadi sebuah kekuatan positif berupa motivasi yang pada akhirnya bisa menghapuskan rasa takut yang sebelumnya menyelimut dirinya sendiri.-mgg.apr.09.nov.klt-

- aku tidak berharap bisa menjadi seorang yang jujur, karena orang yang jujur hanya mengatakan apa saja yang ia rasa perlu dan memiliki dasar kebenaran tanpa diselimuti kebohongan, akan tetapi tidak memperhatikan apa yang mungkin dirasakan oleh lawan bicara dan tidak memperdulikan apakah yang menjadi dampak setelah ia mengatakan hal tersebut.-mgg.apr.09.nov.klt-

- jika berdiam diri adalah satu-satunya solusi terbaik untuk menyelesaikan suatu masalah, maka bisa dipastikan dunia akan berubah menjadi sangat sunyi.-mgg.apr.09.nov.klt-

- tak ada perdamaian tanpa didahului sebuah peperangan.-mgg.apr.09.nov.klt-

- jika aku diharuskan untuk memilih sebuah benda yang dapat digunakan untuk melambangkan persahabatan yang telah kita jalani, maka aku dengan sangat Tegas akan memilih Manet. karena dalam sebuah magnet, terdapat 2 sisi yang berbeda, 2 sisi yang bertolak belakang,akan tetapi tak dapat dipisahkan antara 1 sisi dengan sisi yang lainnya. walaupun magnet diputus dibelah dan dihancurkan menjadi potongan kecil, tetap saja terdapat 2 sisi. U dan S.-mgg.apr.09.nov.klt-

- jalan pintas adalah sebuah jalan yang hanya mampu dilihat oleh seorang yang sedang berputus asa.-mgg.apr.09.nov.klt-

- pernahkah kalian menanyakan apa yang sebenarnya hati kalian rasakan dan mengabaikan apa yang pikiran kalian selalu katakan?-mgg.apr.09.nov.klt-

- ketika seluruh air yang berada dilaut berubah menjadi manis, maka saat itulah manusia sanggup melupakan seluruh permasalahan yang ia miliki.-mgg.apr.09.nov.klt-

- selama kau masih melihatku tersenyum, maka selama itulah kau masih bisa memegang kata kataku, dan selama itu pula aku akan menepati seluruh perkataanku.-mgg.apr.09.nov.klt-

- bukan kesunyian yang mampu memberikan ketenangan. namun keteraturan dan keharmonisanlah yang mampu mengantarkanmu menuju ke suasana yang tenang. -mgg.apr.09.nov.klt-

- kebahagiaan yang terindah adalah kebahagiaan yang kita peroleh dari sahabat sahabat terbaik kita. -mgg.apr.09.nov.klt-

- aku tak mampu mengatakan "Tidak Suka" tanpa mengatakan "Suka" -mgg.apr.09.nov.klt-

- Roda kehidupan memang berputar, dan apabila kita menjadi salah satu titik di tepi roda, maka dapat dipastikan akan ada masanya kita berada dibawah, diatas dan ditengah, akan tetapi jika kita memilih untuk menjadi titik yang berada ditengah, maka, sejauh apapun roda bergerak, seperti apapun roda berputar, kita tetap berada ditengah. -jmt.apr.09.nov.klt-

- ku tak mau hidup bagaikan kipas angin, yang berputar sedemikian rupa demi menggerakan udara menjadi angin, tp IA sdr hny bdiam ditmpat, sungguh, usaha yg sia2... lebih baik menjadi turbin peswt trbg, yg brputar, menggerakkan udara dan dirinya sendiri jauh keangkasa... -rbu.apr.09.nov.klt-

- saat Qdihadpkn dgn 2 jln(kiri n kanan), yg msing msing brtlk blkng n memiliki postf negtf masing2, Q akn pilih jln yg sblh knan, krna apa? krn ad pepath inggris, right man in the right place(laki2 yg bnar, disblh knan), appun yg tjd, hdapi sj, toh, kt tlanjur mmilih, nAsi sdh mjd bbur, tggl pnter2nya kt ajj brimprovssi agr bburny trasa lezat! -jmt.apr.09.nov.klt-

-ingatlah ktk mentarii tenggelam diufuk brt, sat itulh kau menyelesaikn stengh khidupnmu, bgian khdpnmu yg brt, dan dmulailh stengh khdpnmu yg lain, kehidupan yg indah dtemani bulan, bintang dan mimpi yg buatmu ttp bsemangt hdp untuk menanti sang mntari kmbli bsinar d pgi hr, -sbt.apr.09.des.klt-

-keterbatasan tak pernah membatasi keinginan! karena keinginan tak bisa dibatasi, kecuali kita menginginkan suatu keterbatasan itu sendiri. -sbt.apr.09.des.klt-

-Don't cry because it's over! but smile because it happened

-kau hidup. itu cukup -apr.09.des-

-bertahanlah sekuat batu karang yang dihempas ombak, berjuanglah segigih ombak berusaha menghancurkan karang!! -kms.apr.09.des.klt-

-love is when you smile for somebody,
while your heart cry because of the same person. (kata alim saat aku nulis "selamat ya.. T.T")

-sekali berarti... habis itu... mati... lalu, hidup lagi, berarti lagi,dan mati lagi... tapi hidup lagi, berarti lagi, berarti lagi, dan berarti lagi, sampai tak ada lagi hal yang harus kita beri arti, barulah itu saat kita menjadi benar2 berarti, dan terserah kita, apakah ingin mati atau menjadi berarti lagi, dgn hal yang baru.. . -apr.09.des-



-Aku tak mau kehilangan mereka, hanya untuk ku bisa pahami arti kehidupan, -sls.apr.09.des.klt-

-untuk bisa melihat mimpi, kau harus menutup matamu, tapi, untuk bisa menggapai mimpi, kau harus membuka mata. -snn.apr.09.des.klt-

-karena kau tak bisa miliki sesuatu secara abadi, maka, lebih baik kau memiliki sesuatu yang dapat kau kenang sampai akhir hayat nanti,.. -mgg.apr.09.des.klt-


-mendekatlah pada cahaya jika kau takut akan gelap... tapi, menjauhlah dari cahaia jika kau takut akan terbakar... -sbt.apr.09.nov.klt-


-jangan malu teteskan air mata, selagi dalam stiap tetes air mata yang kita buang, terdapat endapan kepedihan yang berasal dari kerak hati, dan jgn malu teteskan air mata, jika dalm tiap tetesnya berlambangkan kebahagiaan yg tak mampu tuk hati kita simpan... -kms.apr.09.des.klt-

"Jangan hanya melihat ke depan ketika kau sedang berjalan.Tapi lihatlah ke kiri dan ke kanan, dan kau akan menyadari bahwa kau melewatkan banyak hal."

"Ten is one step beyond perfection"

Alay, dimata seorang april

Belakangan ini sering kita dengar istilah ALAY, ya, mulai dari STYLE berpakaian, GAYA bicara, GAYA ngetik SMS dan sebagainya. Dan bahkan kini, ada orang yang dengan bangga menyebut diri mereka kaum ALAY. Dan mereka dengan bangga mengajak semua orang untuk memenuhi panggilan hati untuk mengikuti tren alay.

Oke, silahkan, tapi yang jelas hal tersebut sangat menggangguku, aku risih mendengar istilah tersebut, ALAY, ya, sampai sekarangpun aku belum benar2 tau apa itu alay, tapi yang jelas, I DON’T LIKE IT. Mari kita bahas beberapa hal yang membuatku tidak suka dengan hal ini,
Pertama, dulu aku pernah di SMS orang dengan bahasa ALAY, ya susah banget buat bacane, secara aku bukan pengikut kaum alay, so, aku g tau, apakah orang alay menggunakan BAHASA alay mereka kesemua orang, atau hanya kepada kaum alay saja, dan meng-SMS-ku dengan bahasa alay untuk seolah mengajakku supaya aku terpengaruh dan mempelajari bahasa mereka kemudian aku tertarik untuk mengikuti tren alay, aku juga g tau, tapi yang jelas aku g mau mengikuti tren alay

Dalam hal ini, baru penggunaan bahasa, bahasa indonesia tuh dipakai buat apa to? Biar semua orang bisa mengerti apa yang kita katakan, utamanya orang indonesia, sedangkan kalo masyarakat dunia ada bahasa inggris, dan itupun tujuannya sama agar semua orang bisa saling berkomunikasi dengan nyaman, tapi, seandainya orang AMERIKA berkomunikasi dengan orang JAWA yang nota bene mereka berdua hanya mengetahui bahasa mereka sendiri2, apakah bisa terjamin komunikasi yang lancar? Nyaman? G mungkin kan? Karena orang jawa g tau bahasa INGGRIS begitu juga orang amerika tadi,


nah, mari kita kembali kekasus alay, seandainya orang alay SMS orang biasa, walaupun sama sama orang indonesia, dan bahasa yang digunakan juga bahasa indonesia, tapi, g mungkin bisa ada kenyamanan berkomunikasi, kecuali kalo mereka smsan sesama orang alay, nah itu terserah mereka, karena mereka saling tau, tapi kalo bukan sesama alay, ih, sungguh menyebalkan, karena orang alay –nya tau apa yang kita bicarakan, tapi kita g tau apa yang orang alay tadi maksudkan, itulah alasan aku g suka dengan orang yang menggunakan bahasa alay terutama saat sms, karena mereka menyalahgunakan fungsi bahasa, mereka kreatif tapi bukan pada tempatnya.

Lalu, cara bicara mereka, ini, yang sering membuat telingaku gatal, merusak mood, dan seolah pengen teriak, “HOI!!!! BRISIK!!!” karena mereka bicara dengan cara yang sama sekali g sopan, sebagai orang jawa, haduh, sungguh sangat tidak bertata-krama, oke, mungkin perkataan mereka Cuma biasa bukan kata kata kotor, tapi, mereka berlebihan, untuk apa sih bertingkah berlebihan? Useless!! G ada guna, kecuali kalo berlebihan yang berguna, ini, berlebihan yang Cuma seolah2 ingin mengatakan pada orang sekitar, “SEMUA ! GUE ADA !! LIAT SINI! INI GUE! PERHATIIN GUE!”, betapa kasihan mereka, yang harus mengais perhatian dari orang sekitar dengan bertingkah aneh2 dan berlebihan atau yang kadang mereka bilang dengan istilah alay

Kalo masalah style berpakaian, selagi mereka berpakaian, itu kuanggap wajar, bagaimanapun bentuknya, so aku g bakal kasih komen tentang style yang kaum alay gunakan
Nah, akhirnya sampai ke tujuan utama aku nulis hal semacam ini, gini ya, mav bagi kalian kaum alay, bukan berniat offensif atau gimana, tapi, aku beranggapan kalian adalah orang yang munafik, penipu, pengkhianat, baiklah, nanti akan ku jelaskan 1 per 1, tapi gini, aku heran, kenapa orang yang dengan bangga menyebut diri mereka kaum ALAY adalah cowo? Yang cewe kemana? Ya, mungkin saat sms/ngetik apapun, cewe lebih sering menggunakan bahasa alay, tapi, saat berhadapan langsung, kebanyakan dari mereka sebenarnya adalah orang biasa, dengan gaya bahasa biasa dan wajar,

Tapi, yang cowo? Waw, mav lagi, tapi sungguh tragis nasib kalian, hanya demi mendapat perhatian dari orang yang ada disekitar kalian dan agar kalian dianggap ada, kalian harus seperti ini? Bisa kukatakan, kalian adalah orang yang HAUS akan perhatian, tapi, cara kalian untuk memperoleh perhatian salah, bukan seperti itu, dengan menjadi diri kalian sendiri aja, sebenarnya, cukup kok, g perlu menjadi seperti itu,

Apakah Cuma perasaankua aja, ato, emang, sekarang sudah ada sedikit perubahan di indonesia? Dulu, namanya hanya banci, dan menurutku banci tuh dibedain jadi 2, yang pertama, banci total yang mulai dari polah tingkah dan pakaian sudah menyerupai cewe, dan yang kedua, banci peralihan, yang tingkahnya seperti cewe, tapi berpakaian cowo, akan tetapi, jenis yang kedua sepertinya saat ini sudah lenyap?? Sekarang, mereka lebih suka menamakan diri mereka kaum alay, daripada banci, sungguh cara yang cerdik unutk menyembunyikan diri, kita lihat saja kaum alay, dan cari persamaan mereka dengan banci, ya, banci yang berlebihan dan melakukan sedikit improvisasi yang bukannya membuat mereka terlihat wajar, tapi terlihat lebih beda,

Oh ya, mari kita bahas, kenapa munafik? Hm, aku g tau tentang kebenarannya, karena ini Cuma teori atau pandangan ku aja, tapi, aku yakin, jika dunia ini sepi, para alay akan bertingkah biasa, normal, karena apa karena jika dunia sepi, sudah tak ada gunanya lagi menjadi alay, mau cari perhatian siapa? Lha dunia aja sepi kok, hahag, so mereka munafik karena mereka menjadi alay hanya jika ada orang lain yang memperhatikan, padahal sebenarnya mereka bukan orang yang seperti itu, dasar, munafik…

Penipu? Ya, karena mereka menipu semua orang yang ditemuinya, apakah sebenarnya mereka seperti itu? Kurasa tidak, sungguh pandai mereka menipu hingga mereka mampu menipu diri mereka sendiri, dan menjadi pengkhianat, pengkhianat yang mengkhianati kodrat mereka, JUST GET BACK TO YOUR OWN PATH!! Don’t BE allay, be your self, none in this world is allay, trust me.

Indonesia, pendidikan dan pembodohan

Pendidikan adalah sebuah hal yang sangat esensial bagi seluruh manusia yang ada di dunia ini, baik berupa pendidikan non formal yang bisa didapatkan dari mana saja dan dalam bentuk apa saja dan pendidikan non formal, sebuah pendidikan yang bisa kita dapatkan secara Gratis maupun Berbayar. Sebuah bentuk dari perhatian pemerintah untuk mensejah terakan seluruh masyarakat Indonesia yang pada akhirnya memiliki sebuah kesalahan yang bersifat mendasar yang baru-baru ini semakin terlihat dimana letak kesalahannya.


Pendidikan memang lah bukan sesuatu yang mudah untuk diperoleh, bukan hanya tentang Mencari Ilmu dan Mendapatkan ilmu, tapi juga tentang Membayar Ilmu dan Membeli ilmu, sebuah praktek yang sangat sering kita dengar, lihat dan bahkan kita alami sendiri, dan disinilah awal mula permasalahan pendidikan negeri INDONESIA ini bermula, dan mari kita perdalam pembahasan tentang pendidikan Indonesia ini secara seksama, dan memperhatikan sekitar kita siapa tau sudah terjadi dan sudah kita rasakan dampaknya.


Uang, adalah sebuah kata yang menginspirasi banyak orang untuk berusaha, untuk berjuang dan bertahan hidup, dengan cara apapun, dan uang pula lah yang menjadi titik awal keretakan tiang pendidikan Indonesia yang semakin lama semakin membesar, dan membuatnya menjadi sangat rapuh. Memang benar, sekarang Pemerintah mulai memperhatikan pendidikan, dengan segala upaya yang sangat besar, dan terlihat seolah2 mumpuni, akan tetapi, sepertinya tidak ada komunikasi yang baik antara pemerintah yang memikirkan rencana dan para pelaksana dilapangan yang berhadapan langsung dengan para pelajar. Sehingga, walaupun Pemerintah sudah menginstruksikan untuk memberikan kemudahan dalam hal biaya, tetap saja sebagian besar pelaksana melakukan hal yang mempersulit hal tersebut.


Pemerintah memang mulai membebaskan biaya pendidikan atau yang biasa saya sebut BP3. Akan tetapi, bagaimana dengan buku? Buku yang mereka gunakan harus mereka beli sendiri. Sedangkan buku yang mereka beli, harganya tidak tanggung tanggung, itupun jika mereka beli secara langsung ke agen atau ke toko buku, padahal disekolah sekolah yang berada didaerah pedesaan ataupun kota kecil yang sebenarnya berpotensi besar, buku yang dimiliki siswa lebih sering sampai ketangan siswa melalui tangan perantara yang dalam hal ini adalah guru-guru yang mengurusi Koperasi maupun guru yang bersangkutan dengan mapel tersebut. Uang Jasa, itulah yang kadang kadang mereka gunakan untuk menyebut uang keuntungan penjualan buku dari agen ke siswa melalui buku. Ya walaupun tidak dapat dipungkiri, mungkin uang yang mereka peroleh dari keuntungan menjual buku, tidaklah seberapa. Akan tetapi ada baiknya keuntungan yang diambil jangan terlalu besar, demi kebaikan semua pihak.


Bukan kah sudah ada Buku gratis yang bisa diperoleh diinternet? Ya, memang benar, akan tetapi sepertinya jika memang pemerintah ingin melakukan hal semacam itu, seharusnya melakukan secara total, karena buku yang telah dibeli hak ciptanya oleh pemerintah jarang dipakai karena isinya yang kurang sesuai dengan materi pembelajaran. Itu artinya, beli buku yang lain, beli buku lagi, merogoh kocek lebih dalam lagi. Ya, kalau mereka dari keluarga menengah keatas, tapi kalau dari keluarga menengah kebawah? Padahal negeri ini didominasi kaum menengah kebawah yang berjuang mendapat pendidikan untuk meningkatkan kesejahteraan. Jika caranya masih seperti ini, akan lebih banyak lagi anak putus sekolah, dan menambah beban pemerintah dalam hal Masalah sosial yang timbul dikarenakan pendidikan yang kurang.


Buku adalah sebuah pilihan, bukanlah keharusan. Mungkin disini juga terletak kesalahan pemerintah, ketika ada seorang guru yang cukup handal dalam mengajar sehingga ia mengusai apa yang ia ajarkan, bahkan tanpa buku pegangan sekalipun, harus mengorbankan profesionalitas mereka dengan melakukan kerja sampingan untuk memenuhi kebututuhan pokok keluarga mereka yang tak mampu tercukupi dengan uang hasil jerih payahnya mengajar sebagai guru honorer, dan mungkin anda sudah mengetahui tentang keadaan seperti ini. Sehingga ia sedikit banyak lupa tentang apa yang akan ia ajarkan sehingga dengan terpaksa memerlukan buku sebagai alat untuk mempermudahnya menyalurkan ilmu kepada anak didiknya. Seandainya pemerintah lebih memperhatikan orang-orang seperti ini, dan memberinya gaji yang mampu untuk tetap menghidupi keluarganya hanya dengan menjadi guru tanpa harus bekerja sambilan, pasti, akan tercipta sebuah totalitas pengajaran, pengajar yang professional, dan bukannya pengajar yang hanya berangkat sekolah, mengeluarkan buku, member tugas, pulang dan hanya menyampaikan sedikit ilmu, yang kemudian digaji dengan nominal yang cukup besar, apakah itu setara? Apakah itu adil?


Sistem Belajar Aktif, sebuah system belajar yang akhir akhir ini marak diperbincangkan dikalangan pendidikan, yaitu sebuah system yang menjadikan siswa aktif untuk bertanya, berfikir dan kemudian menemukan jawabannya sendiri, dan guru hanya sebagai pembimbing. Akan tetapi, ada sebuah permasalahan yang timbul, seharusnya sistem ini mulai diberlakukan pada tingkat SMA atau sederajat, sedangkan dari tingkat sekolah dasar sampai SMP dan sederajat, masih digunakan sistem belajar yang konvensional. Karena apa? Karena pada tingkat SD dan SMP masih berupa tahap Pembekalan materi yang kemudian dapat mereka kembangkan melalui sistem pembelajaran aktif pada tingkat SMA dan sederajat. Sehingga tujuan utama Pendidikan Indonesia dapat tercapai, yaitu mencerdaskan bangsa guna mempersiapkan Indonesia melawan pergolakan Dunia.


Akan tetapi, yang terjadi didaerah pedesaan atau mungkin dibeberapa daerah dikota besar, mulai sejak SD sudah diterapkan system belajar aktif. Alangkah Sial nasib sebagian anak SD jaman sekarang, karena mereka sudah dipaksa Belajar Aktif tanpa Modal yang diberikan oleh guru mereka. Ibarat Orang yang disuruh memanen HASIL tanpa terlebih dahulu diberi alat panen dan bahkan tidak diberi Tanaman yang akan mereka panen, tanpa diberitau cara merawatnya, tiba tiba dipaksa memanen, lalu, apa yang akan dipanen? Omong Kosong, itulah yang akan dipanen.


Dan mari kita ke contoh Riil yang ada dilapangan, dibeberapa tempat, seorang anak SD kelas 3 diharuskan membuat kesimpulan dari pelajaran yang mereka peroleh sedangkan mereka tidak memperoleh apa apa, karena mereka harus membaca sendiri pelajaran nya dari buku yang mereka beli dengan uang mereka sendiri. Mereka tidak sanggup!! Pada akhirnya anak-anak dipedesaan meminta bantuan kepada orang tuanya untuk mengerjakan tugas yang Gurunya berikan, akan tetapi apa? Orang tua mereka juga tidaklah lebih pintar daripada mereka. Dan memaksa orang tua untuk belajar guna mengerjakan tugas anaknya. Dan apabila para orang tua sudah bisa, mereka kemudian mengajari anak mereka. Kemudian tugas dikumpulkan ke guru, guru mengoreksi, semua murid dianggap sudah bisa, lalu diberikan tugas lain yang serupa, sehingga anak2 hanya sebagai Kurir tugas, dari guru kepada orang tua. Lhoh!!?? Pendidikan ini untuk siapa? Untuk apa? Orang tua kah? Siapa yang menjadi guru? Orang tua kah? Tugas guru apa? Korektorkah? Pengepul buku kah? aTau apa?? Ya, inilah contoh riil yang terdapat dibeberapa tempat yang pernah saya temui, saya harap hal seperti ini tidaknya terjadi di sebagian besar wilayah Indonesia.


Sedangkan disudut yang lain, dimana kalangan orang tua yang berduit, mereka memilih untuk memasukkan anak mereka ke bimbingan-bimbingan belajar ternama dikota, bahkan tak jarang, mulai dari TK anak-anak mereka sudah akrab dengan istilah LES atau BIMBINGAN BELAJAR. Hm, mereka mendapatkan ilmu bukan dari sekolahan akan tetapi dari pihak bimbingan belajar, lalu apa gunanya sekolah? Kalau mereka harus pergi les ? kenapa tidak les langsung saja tanpa sekolah, toh tujuannya hanya untuk mendapatkan ilmu kan? Oh iya, Indonesia menuntut adanya IJAZAH dari sekolah, nah, itulah yang menjadi masalah. Indonesia tidak memilih seseorang untuk melakukan sesuatu berdasarkan kemampuan yang mereka miliki akan tetapi berdasar ijazah yang mereka miliki dan uang yang mereka selipkan diamplop wangi yang seolah mengatakan, "terima saya ya? Ini sekedar uang jasa", cih, jasa apa?


Jadi tidaklah sesuatu yang mencengangkan kalau pada suatu saat nanti, akan banyak orang Indonesia yang lulus sekolah tanpa OTAK dan tak punya HATI, tak punya otak untuk berfikir dan berkreasi serta tak punya hati terhadap orang orang yang ada disekitarnya, hanya mementingkan diri sendiri dan meraup rezeki tanpa batas. Orang Indonesia akan menjadi bodoh setelah mereka mendapatkan pendidikan FORMAL, sedangkan mereka sekarang sudah jarang mendapat pendidikan nonformal karena waktu mereka tersita untuk sekolah, mengerjakan tugas dan PR.


Maka, sebenarnya ada beberapa hal yang dapat kita lakukan, atau mungkin yang bisa dilakukan Pejabat berwenang. Pertama, mari kita pikir secara matang2 tentang pendidikan diindonesia, seperti apa aturan yang akan kita terapkan, hal yang mungkin bisa dilakukan antara lain, cara belajarnya diubah, sehingga TK dan SD anak2 mendapatkan BAHAN dan BEKAL pendidikan, kemudian SMP mulai kita berikan ALAT dan memberikan CARA mengolah pendidikan mereka, kemudian, di SMA, biarkan mereka belajar mengolah apa yang mereka miliki, kemudian di Perguruan tinggi, biarkan mereka mengembangkan apa yang mereka miliki, dan baru mereka panen saat mereka berhasil.


Kedua, ada baiknya pemerintah memperhatikan kualitas guru yang mengajar, karena sekarang cukup banyak guru yang hanya sekedar guru, tanpa modal dan kemampuan mengajar, mereka hanya memiliki modal ilmu, itupun juga tak seberapa. Maka, dengan meningkatkan kualitas guru, anak anak didik mereka pun akan meningkat kualitasnya. Kualitas disini yang saya maksudkan bukanlah Ilmu yang dimiliki seorang guru, karena menjadi guru, bukan hanya tentang memiliki ilmu yang tinggi, tapi, tentang bagaimana cara agar apa yang seorang guru miliki dapat tersalur kepada anak didik dan anak didik dapat mengembangkan apa yang telah ia terima kemudian menerapkannya dikehidupan nyata untuk kehidupan. Mengurangi beban karena tak harus ikut les ke mana mana karena mereka sudah paham dari sekolahan. Kemudian menghemat uang untuk membeli buku karena ilmunya sudah disampaikan secara gamblang oleh guru disekolah. Betapa menyenangkannya jika hal tersebut terwujud.


Ketiga, mari kita saling membantu untuk mewujudkan Indonesia yang cerdas, dan bersahaja. Dan semoga Indonesia mampu menjadi Negara yang berada dipuncak dunia dalam segala bidang, dan membuat kita bangga menjadi Indonesia. Salam sejahtera, good luck Indonesia!!