Belakangan ini sering kita dengar istilah ALAY, ya, mulai dari STYLE berpakaian, GAYA bicara, GAYA ngetik SMS dan sebagainya. Dan bahkan kini, ada orang yang dengan bangga menyebut diri mereka kaum ALAY. Dan mereka dengan bangga mengajak semua orang untuk memenuhi panggilan hati untuk mengikuti tren alay.
Oke, silahkan, tapi yang jelas hal tersebut sangat menggangguku, aku risih mendengar istilah tersebut, ALAY, ya, sampai sekarangpun aku belum benar2 tau apa itu alay, tapi yang jelas, I DON’T LIKE IT. Mari kita bahas beberapa hal yang membuatku tidak suka dengan hal ini,
Pertama, dulu aku pernah di SMS orang dengan bahasa ALAY, ya susah banget buat bacane, secara aku bukan pengikut kaum alay, so, aku g tau, apakah orang alay menggunakan BAHASA alay mereka kesemua orang, atau hanya kepada kaum alay saja, dan meng-SMS-ku dengan bahasa alay untuk seolah mengajakku supaya aku terpengaruh dan mempelajari bahasa mereka kemudian aku tertarik untuk mengikuti tren alay, aku juga g tau, tapi yang jelas aku g mau mengikuti tren alay
Dalam hal ini, baru penggunaan bahasa, bahasa indonesia tuh dipakai buat apa to? Biar semua orang bisa mengerti apa yang kita katakan, utamanya orang indonesia, sedangkan kalo masyarakat dunia ada bahasa inggris, dan itupun tujuannya sama agar semua orang bisa saling berkomunikasi dengan nyaman, tapi, seandainya orang AMERIKA berkomunikasi dengan orang JAWA yang nota bene mereka berdua hanya mengetahui bahasa mereka sendiri2, apakah bisa terjamin komunikasi yang lancar? Nyaman? G mungkin kan? Karena orang jawa g tau bahasa INGGRIS begitu juga orang amerika tadi,
nah, mari kita kembali kekasus alay, seandainya orang alay SMS orang biasa, walaupun sama sama orang indonesia, dan bahasa yang digunakan juga bahasa indonesia, tapi, g mungkin bisa ada kenyamanan berkomunikasi, kecuali kalo mereka smsan sesama orang alay, nah itu terserah mereka, karena mereka saling tau, tapi kalo bukan sesama alay, ih, sungguh menyebalkan, karena orang alay –nya tau apa yang kita bicarakan, tapi kita g tau apa yang orang alay tadi maksudkan, itulah alasan aku g suka dengan orang yang menggunakan bahasa alay terutama saat sms, karena mereka menyalahgunakan fungsi bahasa, mereka kreatif tapi bukan pada tempatnya.
Lalu, cara bicara mereka, ini, yang sering membuat telingaku gatal, merusak mood, dan seolah pengen teriak, “HOI!!!! BRISIK!!!” karena mereka bicara dengan cara yang sama sekali g sopan, sebagai orang jawa, haduh, sungguh sangat tidak bertata-krama, oke, mungkin perkataan mereka Cuma biasa bukan kata kata kotor, tapi, mereka berlebihan, untuk apa sih bertingkah berlebihan? Useless!! G ada guna, kecuali kalo berlebihan yang berguna, ini, berlebihan yang Cuma seolah2 ingin mengatakan pada orang sekitar, “SEMUA ! GUE ADA !! LIAT SINI! INI GUE! PERHATIIN GUE!”, betapa kasihan mereka, yang harus mengais perhatian dari orang sekitar dengan bertingkah aneh2 dan berlebihan atau yang kadang mereka bilang dengan istilah alay
Kalo masalah style berpakaian, selagi mereka berpakaian, itu kuanggap wajar, bagaimanapun bentuknya, so aku g bakal kasih komen tentang style yang kaum alay gunakan
Nah, akhirnya sampai ke tujuan utama aku nulis hal semacam ini, gini ya, mav bagi kalian kaum alay, bukan berniat offensif atau gimana, tapi, aku beranggapan kalian adalah orang yang munafik, penipu, pengkhianat, baiklah, nanti akan ku jelaskan 1 per 1, tapi gini, aku heran, kenapa orang yang dengan bangga menyebut diri mereka kaum ALAY adalah cowo? Yang cewe kemana? Ya, mungkin saat sms/ngetik apapun, cewe lebih sering menggunakan bahasa alay, tapi, saat berhadapan langsung, kebanyakan dari mereka sebenarnya adalah orang biasa, dengan gaya bahasa biasa dan wajar,
Tapi, yang cowo? Waw, mav lagi, tapi sungguh tragis nasib kalian, hanya demi mendapat perhatian dari orang yang ada disekitar kalian dan agar kalian dianggap ada, kalian harus seperti ini? Bisa kukatakan, kalian adalah orang yang HAUS akan perhatian, tapi, cara kalian untuk memperoleh perhatian salah, bukan seperti itu, dengan menjadi diri kalian sendiri aja, sebenarnya, cukup kok, g perlu menjadi seperti itu,
Apakah Cuma perasaankua aja, ato, emang, sekarang sudah ada sedikit perubahan di indonesia? Dulu, namanya hanya banci, dan menurutku banci tuh dibedain jadi 2, yang pertama, banci total yang mulai dari polah tingkah dan pakaian sudah menyerupai cewe, dan yang kedua, banci peralihan, yang tingkahnya seperti cewe, tapi berpakaian cowo, akan tetapi, jenis yang kedua sepertinya saat ini sudah lenyap?? Sekarang, mereka lebih suka menamakan diri mereka kaum alay, daripada banci, sungguh cara yang cerdik unutk menyembunyikan diri, kita lihat saja kaum alay, dan cari persamaan mereka dengan banci, ya, banci yang berlebihan dan melakukan sedikit improvisasi yang bukannya membuat mereka terlihat wajar, tapi terlihat lebih beda,
Oh ya, mari kita bahas, kenapa munafik? Hm, aku g tau tentang kebenarannya, karena ini Cuma teori atau pandangan ku aja, tapi, aku yakin, jika dunia ini sepi, para alay akan bertingkah biasa, normal, karena apa karena jika dunia sepi, sudah tak ada gunanya lagi menjadi alay, mau cari perhatian siapa? Lha dunia aja sepi kok, hahag, so mereka munafik karena mereka menjadi alay hanya jika ada orang lain yang memperhatikan, padahal sebenarnya mereka bukan orang yang seperti itu, dasar, munafik…
Penipu? Ya, karena mereka menipu semua orang yang ditemuinya, apakah sebenarnya mereka seperti itu? Kurasa tidak, sungguh pandai mereka menipu hingga mereka mampu menipu diri mereka sendiri, dan menjadi pengkhianat, pengkhianat yang mengkhianati kodrat mereka, JUST GET BACK TO YOUR OWN PATH!! Don’t BE allay, be your self, none in this world is allay, trust me.
Oke, silahkan, tapi yang jelas hal tersebut sangat menggangguku, aku risih mendengar istilah tersebut, ALAY, ya, sampai sekarangpun aku belum benar2 tau apa itu alay, tapi yang jelas, I DON’T LIKE IT. Mari kita bahas beberapa hal yang membuatku tidak suka dengan hal ini,
Pertama, dulu aku pernah di SMS orang dengan bahasa ALAY, ya susah banget buat bacane, secara aku bukan pengikut kaum alay, so, aku g tau, apakah orang alay menggunakan BAHASA alay mereka kesemua orang, atau hanya kepada kaum alay saja, dan meng-SMS-ku dengan bahasa alay untuk seolah mengajakku supaya aku terpengaruh dan mempelajari bahasa mereka kemudian aku tertarik untuk mengikuti tren alay, aku juga g tau, tapi yang jelas aku g mau mengikuti tren alay
Dalam hal ini, baru penggunaan bahasa, bahasa indonesia tuh dipakai buat apa to? Biar semua orang bisa mengerti apa yang kita katakan, utamanya orang indonesia, sedangkan kalo masyarakat dunia ada bahasa inggris, dan itupun tujuannya sama agar semua orang bisa saling berkomunikasi dengan nyaman, tapi, seandainya orang AMERIKA berkomunikasi dengan orang JAWA yang nota bene mereka berdua hanya mengetahui bahasa mereka sendiri2, apakah bisa terjamin komunikasi yang lancar? Nyaman? G mungkin kan? Karena orang jawa g tau bahasa INGGRIS begitu juga orang amerika tadi,
nah, mari kita kembali kekasus alay, seandainya orang alay SMS orang biasa, walaupun sama sama orang indonesia, dan bahasa yang digunakan juga bahasa indonesia, tapi, g mungkin bisa ada kenyamanan berkomunikasi, kecuali kalo mereka smsan sesama orang alay, nah itu terserah mereka, karena mereka saling tau, tapi kalo bukan sesama alay, ih, sungguh menyebalkan, karena orang alay –nya tau apa yang kita bicarakan, tapi kita g tau apa yang orang alay tadi maksudkan, itulah alasan aku g suka dengan orang yang menggunakan bahasa alay terutama saat sms, karena mereka menyalahgunakan fungsi bahasa, mereka kreatif tapi bukan pada tempatnya.
Lalu, cara bicara mereka, ini, yang sering membuat telingaku gatal, merusak mood, dan seolah pengen teriak, “HOI!!!! BRISIK!!!” karena mereka bicara dengan cara yang sama sekali g sopan, sebagai orang jawa, haduh, sungguh sangat tidak bertata-krama, oke, mungkin perkataan mereka Cuma biasa bukan kata kata kotor, tapi, mereka berlebihan, untuk apa sih bertingkah berlebihan? Useless!! G ada guna, kecuali kalo berlebihan yang berguna, ini, berlebihan yang Cuma seolah2 ingin mengatakan pada orang sekitar, “SEMUA ! GUE ADA !! LIAT SINI! INI GUE! PERHATIIN GUE!”, betapa kasihan mereka, yang harus mengais perhatian dari orang sekitar dengan bertingkah aneh2 dan berlebihan atau yang kadang mereka bilang dengan istilah alay
Kalo masalah style berpakaian, selagi mereka berpakaian, itu kuanggap wajar, bagaimanapun bentuknya, so aku g bakal kasih komen tentang style yang kaum alay gunakan
Nah, akhirnya sampai ke tujuan utama aku nulis hal semacam ini, gini ya, mav bagi kalian kaum alay, bukan berniat offensif atau gimana, tapi, aku beranggapan kalian adalah orang yang munafik, penipu, pengkhianat, baiklah, nanti akan ku jelaskan 1 per 1, tapi gini, aku heran, kenapa orang yang dengan bangga menyebut diri mereka kaum ALAY adalah cowo? Yang cewe kemana? Ya, mungkin saat sms/ngetik apapun, cewe lebih sering menggunakan bahasa alay, tapi, saat berhadapan langsung, kebanyakan dari mereka sebenarnya adalah orang biasa, dengan gaya bahasa biasa dan wajar,
Tapi, yang cowo? Waw, mav lagi, tapi sungguh tragis nasib kalian, hanya demi mendapat perhatian dari orang yang ada disekitar kalian dan agar kalian dianggap ada, kalian harus seperti ini? Bisa kukatakan, kalian adalah orang yang HAUS akan perhatian, tapi, cara kalian untuk memperoleh perhatian salah, bukan seperti itu, dengan menjadi diri kalian sendiri aja, sebenarnya, cukup kok, g perlu menjadi seperti itu,
Apakah Cuma perasaankua aja, ato, emang, sekarang sudah ada sedikit perubahan di indonesia? Dulu, namanya hanya banci, dan menurutku banci tuh dibedain jadi 2, yang pertama, banci total yang mulai dari polah tingkah dan pakaian sudah menyerupai cewe, dan yang kedua, banci peralihan, yang tingkahnya seperti cewe, tapi berpakaian cowo, akan tetapi, jenis yang kedua sepertinya saat ini sudah lenyap?? Sekarang, mereka lebih suka menamakan diri mereka kaum alay, daripada banci, sungguh cara yang cerdik unutk menyembunyikan diri, kita lihat saja kaum alay, dan cari persamaan mereka dengan banci, ya, banci yang berlebihan dan melakukan sedikit improvisasi yang bukannya membuat mereka terlihat wajar, tapi terlihat lebih beda,
Oh ya, mari kita bahas, kenapa munafik? Hm, aku g tau tentang kebenarannya, karena ini Cuma teori atau pandangan ku aja, tapi, aku yakin, jika dunia ini sepi, para alay akan bertingkah biasa, normal, karena apa karena jika dunia sepi, sudah tak ada gunanya lagi menjadi alay, mau cari perhatian siapa? Lha dunia aja sepi kok, hahag, so mereka munafik karena mereka menjadi alay hanya jika ada orang lain yang memperhatikan, padahal sebenarnya mereka bukan orang yang seperti itu, dasar, munafik…
Penipu? Ya, karena mereka menipu semua orang yang ditemuinya, apakah sebenarnya mereka seperti itu? Kurasa tidak, sungguh pandai mereka menipu hingga mereka mampu menipu diri mereka sendiri, dan menjadi pengkhianat, pengkhianat yang mengkhianati kodrat mereka, JUST GET BACK TO YOUR OWN PATH!! Don’t BE allay, be your self, none in this world is allay, trust me.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar