rabu, 7 Februari 2013 | satu paket serangan hujan menerpa daerah jogja dan sekitarnya. walau hanya dari celoteh kawan yang kebetulan berdomisili di daerah yang bersangkutan, tapi bisa tergambar adanya hujan yang berlangsung duluar kewajaran, disertai angin yang bertubi-tubi dan diikuti dengan pemadaman listrik karena mungkin memang cuaca yang kurang dan/atau tidak memadai.
tak kurang dari 40 menit berlalu, dan angin serta guyuran hujan yang cukup deras menerpa ku yang sedang berada di hotel sahid ditengah kota surakarta dikala menemani devi ( @devisaskin ) yang sedang memberikan bimbingan privat kepada anak satu-satunya General manager hotel itu. termenung dan hanya terpaku melihat hujan dari teras rumah GM yang ada didalam hotel itu. ditemani segelas Jus Jeruk dan sekedar camilan pemberian tuan rumah, tak terasa hampir 1 jam lebih berlalu semenjak hujan, dan akhirnya reda tepat menejelang magrib dan kami melanjutkan perjalanan pulang.
tak bisa melebihi 50 Km/j hanya berkendara dengan kecepatan santai melambai hingga satu jam perjalanan dan belum sampai dirumah, tiba2 di persimpangan jalan, ada pemuda tiba2 menghentikan perputaran roda,
"mau kemana mas?"
"trucuk om"
"muter lewat jalan depan aja mas, jalan yang disitu nggak bisa dilewati, poonnya tumbang"
dan berputarlah arah kendaraan, menuju jalan alternatif yang terkadang memang ku lewati.
jalanan memang gelap, walaupun memang biasanya gelap karena hanya ditemani pepohonan dan sawah di sepanjang kiri dan kanan jalan. 5 menit berlalu dan dengan melakukan "manuveur" lihai menghindari beberapa dahan pohon yang tersebar ditengah jalan yang belum sempat disingkirkan karena memang baru saja jatuh karena hujan yang tadi mengguyur, tiba2 kami harus kembali berbalik dan mengambil jalan memutar. pohon yang cukup besar terbentang di jalan, menutup jalan dari sisi ke sisi. dengan berat hati harus memutar dan menambah waktu perjalanan.
benar-benar gelap sepanjang perjalanan itu karena ketidak tersediaan listrik yang diberikan PLN karena hujan yang menerpa sebelumnya. bahkan ketika melewati desa-desa, terasa melewati daerah tidak berpenghuni. ditengah dinginnya udara yang mengoyak jaket basah yang ku pakai, terlihat kerlip cahaya disamping jalan, bukan hanya satu, banyak! ya, kunang kunang masih ada... mereka belum punah... dan mereka masih berpijar... itulah yang terlewat dipikiranku ketika itu. entah kapan terakhir melihat dan menangkap kunang-kunang yang hidup di sawah.
ditengah kacaunya perjalanan, masih sempat melihat sesuatu yang mampu mengundang senyum simpulku itu kurasa sudah cukup. cukup untuk membuatku lega dengan keberadaan kunang-kunang, entah kenapa, mungkin hanya beberapa anak kecil jaman sekarang yang pernah melihat indahnya kerlip indah dimalam hari selain indahnya hamparan bintang dilangit, dan bahkan mereka sudah tidak tertarik lagi dengan bintang dilangit, indahnya cahaya yang mereka tau dan sukai hanyalah cahaya yang muncul dari televisi, handphone, dan berbagai macam gadget yang di hidangkan oleh orang tua yang semakin sibuk mengejar materi dan tidak sempat mengajarkan betapa indahnya bintang, bulan dan kunang-kunang dimalam hari.
andai saja masih bisa terulang malam-malam seperti itu, bukan tentang hujan, tapi tentang kunang-kunang, semua pasti akan menjadi lebih indah... seandainya saja...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar