kosong adalah isi, isi adalah kosong... amitabaaaaa...
begitulah ungkapan biksu thong yang ditemani oleh sun bokong (sorry, typo) dalam perjalanannya mencari kitab suci ke barat.
ya mungkin itu istilah mereka dalam hal ke budha-budha an, yang saya belom dan sepertinya tidak ingin pelajari. tapi disini aku akan mencoba untuk menterjemahkan dalam istilahku sendiri atas pernyataan tong sam cong ( ask : thom sang cong, apa thong sam cong? )
A = B, B = A, itu kalau kita sederhanakan. dan, jeng jeng!! A = A, dan B = B haha, tidak ada bedanya.
tapi disini bukan itu yang akan kita bahas. bahwa semua yang ada didunia ini adalah sebuah sandiwara dimana sesuatu yang terlihat kosong, sebenarnya memiliki isi dan begitu sebaliknya.
seseorang yang benar-benar memiliki kemampuan yang tinggi, akan menunjukkan ketidak mampuannya apabila tidak benar-benar dibutuhkan, sebut saja "ibarat pagi, makin berisi makin menunduk" yang dengan gamblang menyatakan perumpamaan ini. jadi dia tidak akan sesumbar akan kemampuannya, dan menyembunyikan ISI didalam ke KOSONGan yang terlihat dan nampak dari luar secara kasat mata. dan itu juga alasan si biksu thong untuk tidak memiliki rambut dengan menggunduli diri walaupun sebenarnya dia punya. dia mencoba menerapkan semua yang ada dengan prinsip kosong adalah isi, belum lagi kalau kita lihat bahwa dalam cerita, dia adalah orang yang sebenarnya orang kaya, dan melarikan diri dari istananya dan melakukan perjalanan dengan penuh kekurangan.
"Tong kosong berboenji njaring" itu ibarat isi adalah kosong yang ada di dalam peribahasa Indonesia. berbicara semaunya, sesumbar kemana mana, seolah dia mengetahui dan berisi ilmu dan kecakapand dalam melakukan berbagai hal yang dia ucapkan, padahal sama sekali tidak memliki sesuatu untuk dia banggakan. kalau yang seperti ini, tidak perlu di contohkan, karena bahkan di sekitar kita banyak pribadi seperti ini.
dan sebenarnya menurutku, didalam pilm kera sakti (versi manapun) ketika biksu thong mengatakan "kosong adalah isi, isi adalah kosong..." adalah keadaan dimana dia sedang menyindir salah satu kejadian atau orang yang baru saja dia temui. seolah mengatakan bahwa, "yaudah sih, nggak ada ilmunya diem aja, gw aja yang ada ilmu nggak se rame elu-elu pade"
jadi... sebuah ironi juga, ketika orang yang menganut paham kosong adalah isi juga melakukan sesumbar terselubung, sebuat ejekan untuk orang lain dan kesombongan diri sendiri yang terselubung dalam pernyataan yang bijak.
yaudah ah. intinya itu, jadi kita hari ini sudah membahas tentang biksu tong... dan apa yang sering dikatakannya. titik. tengkyu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar