Kucing kesayangannya Mati!!
Dan berhubung masih pagi, maka jenazah kucing kesayangan Ryan tersebut, akan di makamkan pada jam 2 sore. Oleh karena itu, Ryan diharapkan dapat segera pulang dan mengikuti acara pemakaman kucing tercintanya. Kemudian Ryan segera menuju Kos-kosan karena pada saat ditelepon dia sedang ada kuliah di STAN.
Sekilas waktu berlalu, dan kemudian Ryan sudah bersiap untuk berangkat ke Bali. Pertanyaanpun muncul ke permukaan, "Dengan apakah aku akan pulang ke Bali?" dan beberapa opsi pilihan perjalanan pulang pun sudah terhimpun, dan pilihan pertama adalah menggunakan Pesawat terbang namun dengan tiket yang mahal atau menggunakan bus dengan tiket yang murah namun perjalanan memakan waktu lebih lama daripada menggunakan pesawat terbang.
Manakah yang merupakan pilihan yang efisien dan manakah yang merupakan pilihan yang efektif?"
Begitulah sedikit cerita dari Dosen SisMIOP pada suatu pagi di kelasku. dan kemudian ia kembali menanyakan pertanyaan,
"siapakah yang setuju bahwa bis dari pulogadung ke Bali adalah pilihan yang efisien?"
"oke. yang setuju, segera angkat tangan..."
Begitu celotehnya sembari menunggu adakah yang mengangkat tangan. Dan kemudian dengan cukup ragu-ragu dan sedikit gontai, mulai muncul beberapa tangan menyongsong langit-langit ruangan kelas yang tepatnya berada di ruang E.202, termasuk salah satunya diriku sendiri. Dan kemudian dengan nada meragukan jawaban dari mahasiswa-mahasiswanya, dosenku ini kembali menanyakan pertanyaan yang sama, yang kemudian berhasil menemukan bahwa jumlah yang memilih bahwa pilihan ini adalah delapan anak. Yang berarti 7 anak lain selain aku yang memilihnya.
setelah itu, Ia menjelaskan bahwa jawaban yang benar dari pertanyaan itu menurut beliau adalah jawaban yang saya pilih. ia kembali menegaskan bahwa pengertian Efisien adalah sesuatu yang hemat dalam hal biaya dan sumber daya. dan efektif adalah pilihan yang memiliki paling sedikit hambatan dalam mencapai tujuan.
"apakah waktu itu bukan termasuk sumber daya pak?"
begitulah Celoteh seorang anak yang merupakan salah satu tetua dikelas kami disamping wakil ketua kami. Dan kemudian bapak dosen yang masih berada dikelas kembali menjelaskan pengertian efektif dan efisien (walaupun kata yang sebenarnya ia tulis adalah kata efesien, tapi berhubung aku kesusahan membacanya, jadi aku ubah aja jadi efisien). Seolah ada peluru dengan kecepatan yang sangat hebat meluncur kearah otak ku, mengejutkanku, dan menyadarkanku
"waw, jawabanku tadi salah..."
Kesimpulan tersebut muncul karena aku sadar bahwa pengertian Efisien tidaklah sesederhana itu, bahwa efisien bukanlah segala hal yang hemat, berbiaya sedikit, alias murahan. Ada sedikit keinginan untuk membantah statemen dari dosenku, tapi apa daya tak cukup adrenalin yang terpompa untuk memaksaku melakukan hal seperti itu, disamping memang aku bukan seorang yang aktif dikelas dan untuk waktu yang dekat ini, belum ada keinginan untuk mengubahnya.
Menurutku, sebenarnya efisien adalah saat dimana kita bisa menggunakan sumber daya yang seminimal mungkin dengan mendapatkan hasil yang semaksimal mungkin, bukan menggunakan sumber daya seminimal mungkin saja. Jadi, semacam prinsip Bisnis yang berbunyi, "pengeluaran seminimal mungkin dan hasil semaksimal mungkin". jadi tidak bisa semata-mata dengan pengeluaran seminimal mungkin dengan pemasukan yang tidak dipastikan apakah itu besar maupun kecil, untung maupun rugi. hanya menitik beratkan pada pengeluaran yang minimal.
Sedangkan yang dimaksud efektif, sudah sama dengan apa yang disampaikan dosenku diawal tadi, jika kembali ku jelaskan hanya akan terjadi perubahan diksi yang tidak merubah makna keseluruhan dan makna inti dari pengertiannya.
Jadi, berhati-hatilah dengan kata dan makna dari kata yang kita gunakan, memang, kita bisa menyamakan kata dengan mudah, akan tetapi dalam menyamakan makna, tidaklah semudah membalikkan telapak tangan.
Dan berhubung masih pagi, maka jenazah kucing kesayangan Ryan tersebut, akan di makamkan pada jam 2 sore. Oleh karena itu, Ryan diharapkan dapat segera pulang dan mengikuti acara pemakaman kucing tercintanya. Kemudian Ryan segera menuju Kos-kosan karena pada saat ditelepon dia sedang ada kuliah di STAN.
Sekilas waktu berlalu, dan kemudian Ryan sudah bersiap untuk berangkat ke Bali. Pertanyaanpun muncul ke permukaan, "Dengan apakah aku akan pulang ke Bali?" dan beberapa opsi pilihan perjalanan pulang pun sudah terhimpun, dan pilihan pertama adalah menggunakan Pesawat terbang namun dengan tiket yang mahal atau menggunakan bus dengan tiket yang murah namun perjalanan memakan waktu lebih lama daripada menggunakan pesawat terbang.
Manakah yang merupakan pilihan yang efisien dan manakah yang merupakan pilihan yang efektif?"
Begitulah sedikit cerita dari Dosen SisMIOP pada suatu pagi di kelasku. dan kemudian ia kembali menanyakan pertanyaan,
"siapakah yang setuju bahwa bis dari pulogadung ke Bali adalah pilihan yang efisien?"
"oke. yang setuju, segera angkat tangan..."
Begitu celotehnya sembari menunggu adakah yang mengangkat tangan. Dan kemudian dengan cukup ragu-ragu dan sedikit gontai, mulai muncul beberapa tangan menyongsong langit-langit ruangan kelas yang tepatnya berada di ruang E.202, termasuk salah satunya diriku sendiri. Dan kemudian dengan nada meragukan jawaban dari mahasiswa-mahasiswanya, dosenku ini kembali menanyakan pertanyaan yang sama, yang kemudian berhasil menemukan bahwa jumlah yang memilih bahwa pilihan ini adalah delapan anak. Yang berarti 7 anak lain selain aku yang memilihnya.
setelah itu, Ia menjelaskan bahwa jawaban yang benar dari pertanyaan itu menurut beliau adalah jawaban yang saya pilih. ia kembali menegaskan bahwa pengertian Efisien adalah sesuatu yang hemat dalam hal biaya dan sumber daya. dan efektif adalah pilihan yang memiliki paling sedikit hambatan dalam mencapai tujuan.
"apakah waktu itu bukan termasuk sumber daya pak?"
begitulah Celoteh seorang anak yang merupakan salah satu tetua dikelas kami disamping wakil ketua kami. Dan kemudian bapak dosen yang masih berada dikelas kembali menjelaskan pengertian efektif dan efisien (walaupun kata yang sebenarnya ia tulis adalah kata efesien, tapi berhubung aku kesusahan membacanya, jadi aku ubah aja jadi efisien). Seolah ada peluru dengan kecepatan yang sangat hebat meluncur kearah otak ku, mengejutkanku, dan menyadarkanku
"waw, jawabanku tadi salah..."
Kesimpulan tersebut muncul karena aku sadar bahwa pengertian Efisien tidaklah sesederhana itu, bahwa efisien bukanlah segala hal yang hemat, berbiaya sedikit, alias murahan. Ada sedikit keinginan untuk membantah statemen dari dosenku, tapi apa daya tak cukup adrenalin yang terpompa untuk memaksaku melakukan hal seperti itu, disamping memang aku bukan seorang yang aktif dikelas dan untuk waktu yang dekat ini, belum ada keinginan untuk mengubahnya.
Menurutku, sebenarnya efisien adalah saat dimana kita bisa menggunakan sumber daya yang seminimal mungkin dengan mendapatkan hasil yang semaksimal mungkin, bukan menggunakan sumber daya seminimal mungkin saja. Jadi, semacam prinsip Bisnis yang berbunyi, "pengeluaran seminimal mungkin dan hasil semaksimal mungkin". jadi tidak bisa semata-mata dengan pengeluaran seminimal mungkin dengan pemasukan yang tidak dipastikan apakah itu besar maupun kecil, untung maupun rugi. hanya menitik beratkan pada pengeluaran yang minimal.
Sedangkan yang dimaksud efektif, sudah sama dengan apa yang disampaikan dosenku diawal tadi, jika kembali ku jelaskan hanya akan terjadi perubahan diksi yang tidak merubah makna keseluruhan dan makna inti dari pengertiannya.
Jadi, berhati-hatilah dengan kata dan makna dari kata yang kita gunakan, memang, kita bisa menyamakan kata dengan mudah, akan tetapi dalam menyamakan makna, tidaklah semudah membalikkan telapak tangan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar